MADIN AWARD 2025
Madin Award 2025: Apresiasi untuk Madrasah Diniyah Berprestasi di Lumajang
Lumajang – RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) PCNU Kabupaten Lumajang sukses menggelar penilaian Madin Award 2025 yang berlangsung pada 20 hingga 27 Januari 2025. Acara ini bertujuan memberikan apresiasi kepada Madrasah Diniyah (Madin) yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi dalam pendidikan Islam di Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Madrasah Diniyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen kelembagaan.
Penilaian dan Pembagian Wilayah
Tim juri yang terdiri dari para tokoh ulama dan akademisi dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan wilayah geografis:
Kelompok Utara: Meliputi Kecamatan Jatiroto, Randuagung, Klakah, Kedungjajang, Sukodono, Ranuyoso, dan Lumajang. Tim juri untuk wilayah ini adalah Gus Kholil Mukhlis dan Ra Zainul Hasan.
Kelompok Tengah: Meliputi Kecamatan Padang, Gucialit, Sumbersuko, Senduro, Pasrujambe, Tekung, dan Rowokangkung. Juri yang bertugas adalah Gus Muhammad Zain dan Ustadz Ahmad Fauzi.
Kelompok Selatan: Meliputi Kecamatan Yosowilangun, Kunir, Tempeh, Pasirian, Candipuro, Pronojiwo, dan Tempursari. Tim juri terdiri dari Ra Mas'uddin dan Gus Hasan Huda.
Kriteria yang dinilai meliputi kualitas pembelajaran, manajemen kelembagaan, keaktifan dalam kegiatan keagamaan, serta partisipasi dalam program-program NU. Setiap madrasah diberikan kesempatan untuk mempresentasikan program unggulan mereka serta memberikan gambaran tentang kegiatan sehari-hari yang dilakukan di lingkungan Madrasah Diniyah.
Puncak Acara: Pemberian Hadiah dan Seminar Aswaja
Hari ini, Minggu (9 Maret 2025), pukul 09.00 WIB, digelar pemberian hadiah kepada para pemenang Madin Award 2025. Acara ini sekaligus dirangkai dengan Seminar Aswaja bertema Membumikan Pemikiran Aswaja di Era Globalisasi. Seminar ini menghadirkan pemateri utama, KH. Moh. Darwis, Ketua PCNU Kabupaten Lumajang.
Dalam pemaparannya, KH. Moh. Darwis menekankan lima pemikiran dasar Aswaja dan menegaskan bahwa cara paling efektif untuk membumikan nilai-nilai tersebut adalah dengan mondok di pondok pesantren. “Pesantren adalah benteng utama dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya pembelajaran kitab kuning sebagai fondasi pemahaman keislaman yang kuat di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi.
Seminar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Madrasah Diniyah di Kabupaten Lumajang. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan pemaparan materi yang diberikan. Beberapa peserta juga mengajukan pertanyaan seputar pengembangan kurikulum berbasis Aswaja dan strategi meningkatkan daya saing Madrasah Diniyah di tengah perubahan zaman.
Para Pemenang Madin Award 2025
Pada penghujung acara, diumumkan para pemenang Madin Award 2025 dengan dua kategori utama:
Kategori Madin Pesantren: Madin Bustanul Ulum Banyuputih Kidul
Kategori Madin Non-Pesantren: Madin Mamba’ul Hikmah Pronojiwo
Pemenang Madin Award 2025 mendapatkan penghargaan berupa piala, dan bantuan dana pengembangan madrasah senilai Rp 1.000.000. Diharapkan penghargaan ini dapat mendorong madrasah-madrasah lainnya untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan yang mereka tawarkan.
Kesan dan Harapan ke Depan
Ketua RMI PCNU Kabupaten Lumajang, KH. Taufiq Malik, S.Pd., mengungkapkan harapannya bahwa penghargaan ini bisa menjadi pemacu semangat bagi madrasah-madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami ingin memberikan penghargaan kepada Madrasah Diniyah yang telah berkontribusi besar dalam pendidikan Islam. Semoga ini menjadi motivasi bagi madrasah lainnya untuk terus berkembang dan berinovasi,” katanya.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari para peserta dan masyarakat. Seorang kepala madrasah dari salah satu Madin menyatakan, “Kami sangat mengapresiasi adanya Madin Award ini. Selain menjadi penghargaan, ini juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.”
Sejumlah peserta juga berharap agar di tahun-tahun mendatang, Madin Award dapat menghadirkan lebih banyak kategori penghargaan sehingga semakin banyak Madrasah Diniyah yang bisa berkompetisi dan berkembang.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Dengan adanya Madin Award 2025, diharapkan kualitas pendidikan agama Islam di Kabupaten Lumajang semakin meningkat serta mempererat hubungan antar Madrasah Diniyah dan RMI PCNU Lumajang. Selain itu, penghargaan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar madrasah yang memungkinkan mereka untuk bertukar pengalaman dan strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebagai tindak lanjut dari acara ini, RMI PCNU Lumajang berencana mengadakan Workshop Penguatan Manajemen Madrasah Diniyah yang akan melibatkan para pimpinan madrasah pemenang Madin Award sebagai narasumber. Workshop ini bertujuan untuk membagikan praktik terbaik yang telah diterapkan oleh madrasah-madrasah terbaik agar dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya.
GALERI KEGIATAN

.jpeg)


Komentar
Posting Komentar